Friday, July 15, 2016

Penampakan Objek Terbang dan Suara Gemuruh di Langit Pekalongan Saat Syawalan, Ada Apa Ya?

Penampakan Objek Terbang dan Suara Gemuruh di Langit Pekalongan Saat Syawalan, Ada Apa Ya?
Sumber Gambar: mechtadeera.wordpress.com

    Syawalan yaitu seminggu setelah lebaran atau tepatnya tanggal 8 syawwal. Kalau Anda mengunjungi kota pekalongan khususnya di kecamatan Buaran atau kecamatan Pekalongan Selatan pada saat syawalan, Anda kemungkinan akan melihat penampakan kumpulan objek terbang serta gemuruh suara ledakan dan letusan di langit Pekalongan. Jangan tertipu dengan judul, hehe. Sebenarnya wilayah tersebut bukannya sedang di serang pasukan UFO atau sedang dalam kondisi perang. Objek terbang yang Anda lihat bukanlah UFO melainkan balon raksasa dan suara dentuman yang Anda dengar adalah suara Petasan.
    Mungkin Pekalongan sudah dikenal dengan lopis raksasanya saat syawalan. Namun selain itu masih ada lagi tradisi lain yang bisa dijumpai pekalongan saat syawalan yaitu menerbangkan balon raksasa.
    Berdasarkan artikel yang dimuat di cintapekalongan.com awalnya tradisi menerbangkan balon raksasa dilakukan oleh warga Indo-eropa saat masa penjajahan. Sedangkan tradisi petasannya dibawa oleh warga tionghoa saat mereka merayakan suatu hari raya. Oleh warga pribumi kedua tradisi tersebut dikolaborasikan dan menjadi suatu tradisi yang turun temurun dilakukan hingga kini.
    Balon udara dibuat dari bahan plastik atau kertas. Sedang untuk menerbangkannya menggunakan gas pembakaran. Di bagian bawah balon dipasang deretan petasan dan juga sumbu yang panjang. Sehingga ketika balon itu mengudara akan terdengar ledakan petasan yang silih berganti dan bersahut-sahutan dengan suara petasan balon-balon lain yang menghias langit.
    Sebenarnya tradisi ini cukup berbahaya pasalnya seperti yang dilansir pekalongankota.go.id sudah ada imbauan dari pemerintah agar masyarakat tidak menerbangkan balon udara karena dikhawatirkan dapat mengganggu penerbangan.
    Kalau saya ingat masa kecil saya dulu sebenarnya ada budaya lain yang serupa di kampung saya (di Pekalongan) yaitu menerbangkan balon cuma bedanya balonnya berukuran kecil dan di bagian bawah balon itu dinyalakan api dan asap api itulah yang menerbangkan balon. Balon terbang dalam kondisi ada api yang menyala di bawahnya. Balon tersebut biasa diterbangkan di malam hari sehingga menerangi gelapnya malam. Namun tradisi itu sudah tidak ada dilakukan lagi sekarang mungkin karena berbahaya dan dapat menyebabkan kebakaran.
    Kita semua harus hati-hati ya jika mau menerbangkan balon agar tetap bisa melestarikan budaya tetapi juga mengedepankan keselamatan.

1 comments:

  1. Budaya ini keren banget menurut saya. Tapi balon itu bukannya mahal Om, terus yang biayain siapa? Apakah patungan masyarakat atau memang ada sponsor gitu?

    ReplyDelete